Halaman

Senin, 22 Oktober 2012

Pudarnya Pesona Cleopatra

ini salah satu buku yang saya suka..

ini penggalan ceritanya..

 ini nikmat ataukah azab?
harus dengan dia, tak ada pilihan lain!”tegas ibu.
Beliau memaksaku untuk menikah dengan gadis itu. gadis yang sama sekali tak kukenal. Sedihya, aku tiada berdaya sama sekali untuk melawanya. Aku tak punya kekuatan apa-apa untuk memberontaknya. Sebab setelah ayah tiada, bagiku ibu adalah segalanya.
Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada didalam kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal itu. kok bisa-bisanya ibunya berbuat begitu. Pikiran orang dulu terkadang memang aneh.
“Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di Mankuyudan Solo dulu kami pernah berjanji,jika dikaruniai anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu Anakku,ibu yang telah hadir jauh sebelum kau lahir!” ucap beliau dengan nada mengiba.
Dihari-hari menjelang akad nikah aku berusaha menumbuhkan bibit-bibit cintaku pada istriku, tetapi usahaku selalu saja sia-sia. Usahaku justru membuat diriku sangat tersiksa. Bibit cinta yang kuharapkah malah menjelma menjadi pohon-pohon kaktus berduri yang tumbuh yang menganjal didalam hatiku. Terkadang bibit cinta yang kuharapkan itu malah menjelma menjadi tiang gantungan yang mencekam. Aku hidup dalam hari-hari yang mengancam. Aku hidup dalam hari-hari yang mencekam. Aku meratapi nasibku dalam derita yang tertahan. Ingin aku memberontak pada ibu. Tapi teduh wajahnya selalu membuatku luluh.
Ibu, durhakalah aku
Jika dalam maumu tak ada mauku
Tapi durhakakah aku, ibu ?
Jika dalam diri raihana tak ada cintaku


segitu aja,, klo mau tau lebih lanjutnya, langsung baca bukunya aja..:)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar